Kalian tau istilah shock therapy? Pertama gw denger tu gw kira artinya kita digauli secara asusila ama sang therapist atau dalam pandangan gw saat itu "the rapist", sampai kita shock berat dalam mengupayakan kesehatan. Salah satu gambaran gw ttg pelaksanaan terapinya terdapat seperti pada komik strip ini - alasan gw bikin strip ini dari awal.
![]() |
| "Seni" 1 Februari 2026 |
Setelah gw cek2 di inet, perpus, celana dalam saya, dan lainnya, ternyata shock therapy ada artinya masing2 dari tiga bidang berbeda yg gw temui:
1. Electroconvulsive Therapy (ECT)
Ada yang namanya Electroconvulsive Therapy (ECT) dari medis-psikologi, yaitu setrum pasien dalam pengaruh bius utk ngobatin penyakit mental kyk depresi (nyetrum orang, asik nih)
2. The Big Bang
Lalu ada pendekatan The Big Bang dari sisi ekonomi, adalah pengubahan sistem ekonomi radikal kenegaraan kyk perubahan dari komunis ke kapitalis secara instan untuk adaptasi krisis kenegaraan umum atau pengontrolan massa (ni gak jauh dari tempat kita tinggal yh)
3. Pattern Interrupt
Terakhir dari sisi ilmu komunikasi serta psikologi yaitu Pattern Interrupt yang merupakan teknik berbicara untuk membuka pikiran pasien/pendengar dalam tujuan menyisipkan pesan supaya mudah diterima.
Tapi, daripada gw nyetrum pasien, ancurin ekonomi negara, atau manipulasi orang untuk keperluan pribadi gw, rasanya gak sebanding dengan ngencingin wajah mereka langsung dari sumbernya dalam tujuan kesenian. Rasakan kemurniannya - ini baru seni.
Sumber Pustaka:
Sadock, B. J., Sadock, V. A., & Ruiz, P. (2022). Kaplan & Sadock’s synopsis of psychiatry: Behavioral sciences/clinical psychiatry (12th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer.
Weakland, J. H. (1976). Bandler, Richard & Grinder, John.Patterns of the Hypnotic Techniques of Milton H. Erickson, M.D.Volume I. Cupertino, Ca.: Meta Publications, 1975. American Journal of Clinical Hypnosis, 19(2), 129–130. https://doi.org/10.1080/00029157.1976.10403856
Xie, Y., & Xie, Y. (2017). Machiavellian experimentation. Journal of Comparative Economics, 45(4), 685–711. https://doi.org/10.1016/j.jce.2017.02.001

Tidak ada komentar:
Posting Komentar