Kamis, 26 Maret 2026

Analisis Singkat Filsuf Immanuel Kant

Prakata 

    Perlu gw kasih tau dulu sebelumnya, kalo initu salah satu kerjaan gw ngejokiin tugas maba di fakultas filsafat. Mayan gw dapet no pek ceng gini doang.

    Anak2 sekarang bener2 ingin jalan mudah daripada berusaha sendiri, ya? Serah ah, seenggaknya gw udah kasih peringatan ttg ini. Selebihnya ditanggung sendiri.

    Silakan menikmati tulisan akademik gw.

 

 Analisis Singkat Filsuf Immanuel Kant

1. Definisi Filsafat 

    Filsafat adalah pengetahuan yang mencoba untuk mencapai pengetahuan tentang kebenaran yang asli. (Plato, 428-348 SM).

    Filsafat adalah suatu usaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terakhir secara kritis, setelah menyelidiki segala sesuatu yang membuat pertanyaan-pertanyaan itu menjadi kabur. (Russel, 1945).

    Terakhir, oleh Immanuel Kant, filsafat adalah ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup empat persoalan utama: apa yang dapat kita ketahui (metafisika), apa yang seharusnya kita lakukan (etika), sampai di mana harapan kita (agama), dan apa itu manusia (antropologi).

    Pendekatan filsafat menurut Kant fokus kepada metafisika, apa yang bisa saya tahu? Etika, apa yang seharusnya saya lakukan? Agama, Apa yang bisa saya harapkan? Dan antropologi, ap aitu manusia?

    Pendekatan Kant bersifat kritis dalam konteks kritisisme. Filsafat bukan hanya mengumpulkan fakta, tapi menyelidiki batas-batas kemampuan akal budi manusia.

 

2. Biografi Immanuel Kant

    Kant lahir di Königsberg, Prussia Timur, pada 22 April 1724. Kaum Pietis adalah sekte Protestan serupa dengan Quaker dan Metodis awal. Kant memiliki banyak pengaruh dalam filsafatnya karena orientasi etis Pietismenya yang kuat dan kurangnya penekanan pada dogma teologis. Movement Pietism adalah sebuah gerakan yang menekankan keyakinan individu, kesalehan dalam kehidupan sehari-hari, sikap yang baik, dan moralitas yang keras. 

    Kant mengajar di almamaternya setelah lulus dari Universitas Konigsberg dan menjadi tutor di beberapa keluarga aristokrat. Selama lima belas tahun, dia menjadi guru dan menulis tentang logika, metafisika, etika, dan ilmu pengetahuan. Meskipun tidak banyak diketahui tentangnya, ia memberikan kontribusi besar kepada sains, terutama dalam bidang fisika, astronomi, geologi, dan meteorologi.

 

3. Kritisisme Kant 

Rasionalisme
    Filsafat kritisisme menjembatani rasionalisme dan empirisme, berpendapat bahwa pengetahuan berasal dari sintesis pengalaman inderawi (empirisme) dan struktur bawaan akal budi (rasionalisme); akal budi membentuk pengetahuan dari data pengalaman inderawi dengan menggunakan konsep ruang, waktu, dan kategori. 

Masalah Empirisme
    Empirisme memiliki arti bahwa itu menyangkal keberadaan realitas objektif dan mengabaikan hubungan dialektis antara isi pengetahuan subjektif dan objektif, empirisme tidak dapat memberi kita keyakinan yang benar tentang pengetahuan ilmiah. Bila kita hanya mengandalkan indra (empirisme), kita tidak akan pernah sampai pada "kebenaran ilmiah" yang sejati. 

Solusi Kant
    
Kant memadukan kedua pendekatan - kebenaran empiris harus rasional, sebagaimana kebenaran rasional harus empiris. Dengan demikian terbentuklah paradigma baru yang disebut Kritisisme.


4. Tiga Tingkatan Pengetahuan

Menurut Kant, pengetahuan memiliki tiga tingkatan, yaitu:

Tingkatan Pertama: Tingkat Pencerapan Indrawi (Sinneswahrnehmung), yaitu unsur apriori membuat benda-benda objek pencerapan menjadi “meruang” dan “mewaktu”.

Tingkatan Kedua: Tingkat Akal Budi (Verstand), artinya bekerja secara spontan menyusun dan menghubungkan data-data indrawi, menghasilkan putusan-putusan melalui kategori.

Tingkatan Ketiga: Tingkat Intelek/Rasio (Versnunft), adalah menarik kesimpulan dari pernyataan-pernyataan pada tingkat di bawahnya (akal budi dan pencerapan indrawi).
Mereka yang memiliki konsep argumentatif tidak fenomenal, tetapi noumenal.

 

5. Tiga Macam Putusan Kant

Pertama: Putusan Analitis Apriori, Predikat tidak menambah sesuatu yang baru pada subjek (contoh: setiap benda menempati ruang).

Kedua: Putusan Sintesis Aposteriori, "Meja itu bagus" - predikat dihubungkan dengan subjek berdasarkan pengalaman indrawi.

Ketiga: Putusan Sintesis Apriori, Sumber pengetahuan yang kendati bersifat sintetis, namun bersifat apriori juga (contoh: "segala kejadian mempunyai sebabnya")

6. Rasio Praktis Moral dan Etika

    Rasio praktis, atau rasionalitas praktis, adalah kemampuan akal budi manusia untuk membuat keputusan moral tentang bagaimana seseorang harus bertindak. Rasio Praktis menjawab pertanyaan, "Apa yang harus saya lakukan?", sedangkan Rasio Teoritis menjawab, "Apa yang bisa saya ketahui?"

        Menurut Kant, manusia itu sangat bebas (otonom), hanya ketika kita bertindak berdasarkan prinsip yang diberikan oleh akal kita sendiri, bukan karena keadaan atau perasaan yang mendorong kita untuk bertindak.

    Sedangkan moralitas adalah tentang niat dan kewajiban daripada hasil akhir atau kebahagiaan (seperti dalam utilitarianisme). Kehendak baik adalah satu-satunya hal yang baik tanpa syarat. Jika seseorang melakukan tugasnya hanya karena kewajiban, bukan karena pamrih, itu dianggap bermoral.


7. Tiga Postulat

    Immanuel Kant berpendapat bahwa tiga postulat rasio praktis adalah tiga hal yang tidak dapat dibuktikan oleh akal teoretis (sains), tetapi yang harus ada untuk membuat moralitas manusia masuk akal dan memiliki tujuan.

 

8. Konsep Finalitas

    Konsep tentang "tujuan akhir" atau "sasaran", juga dikenal sebagai "telos," didefinisikan dalam filsafat sebagai akhir. Segala sesuatu yang ada atau dilakukan dianggap memiliki alasan untuk ada. 

    Kant menegaskan bahwa manusia harus dipandang bukan hanya sebagai "alat" untuk mencapai tujuan lain. Manusia harus dipandang sebagai tujuan akhir.

    Kant mengungkapkan dalam Critique of Judgment bahwa kita sering berpikir bahwa alam diciptakan dengan tujuan tertentu (finalitas subjektif), meskipun kita tidak bisa membuktikan hal ini secara ilmiah.


9. Epistimologi Kritis

    Cabang filsafat pengetahuan yang dikenal sebagai epistemologi kritis mengkaji sumber, batasan, dan validitas pengetahuan manusia. Ini terutama terlihat dalam pendekatan Kritisisme Immanuel Kant, yang memadukan rasionalisme (akal) dan empirisme (pengalaman) untuk memahami bagaimana pemahaman kita dibentuk oleh kombinasi keduanya dalam kerangka pikiran manusia.

Kesimpulan

    Immanuel Kant adalah seorang filsuf Jerman. Lahir di Königsberg, Kerajaan Prusia, ia dianggap sebagai salah satu pemikir utama Zaman Pencerahan. Karya-karyanya yang komprehensif dan sistematis dalam epistemologi, metafisika, etika, dan estetika telah menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh dan sering dibahas dalam filsafat Barat modern.

    Pola pikir Kant adalah perpaduan antara ketegasan moral (tanggung jawab mutlak atas tindakan) dan kerendahan hati intelektual (sadar akan batas akal). Menurut Kant, manusia yang sejati adalah mereka yang berani berpikir sendiri (Sapere Aude) dan memperlakukan orang lain sebagai tujuan daripada alat.

 

Daftar Pustaka

Anam, A. (2022). Pengantar Filsafat: Cara Cepat Berpikir Filosofis. Academia Publication.

Boltwood, R. M. (1961). Please Be Brutual in Your Critism. College English, 22(8), 580. https://doi.org/10.2307/373503

Graham, J. (1991). Fordism/Post-Fordism, Marxism/Post-Marxism: The Second Cultural Divide? Rethinking Marxism, 4(1), 39–58. https://doi.org/10.1080/08935699108657952

Kant, I. (1976). Critique of practical reason, and other writings in moral philosophy. New York: Garland Pub.

Kant, I. (2018). Critique Of Judgement. S.L.: A & D Publishing. (Original work published 1790)

Kartawinata, A. (2016). Konsep Metafisika Muhammad Iqbal. Al-A’raf : Jurnal Pemikiran Islam Dan Filsafat, 13(1), 47. https://doi.org/10.22515/ajpif.v13i1.37

Mill, J. S. (1863). Utilitarianism. London: Parker, Son and Bourn.

Russell, B. (2008). History of Western Philosophy. Touchstone. (Original work published 1945)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

April Mop!!!

     Tau gak? Rasanya kegiatan tahunan ini lama2 jadi basi, menyadari klo kita udah jadi target rutin pendustaan ama tikus2 berdasi yg dud...