| "Izin Sakit" 28 Januari 2026 |
Kalo dilucuti lagi secara akademis, ni fabel ada hubungannya ama manajemen reputasi dan pengunaan hoaks sebagai umpan sementara. Kebanyakan orang cuma liat moralnya adalah "jangan boong, ntar dimakan srigala" tapi ada loo hubungannya ama kepercayaan dan reputasi mau itu di ranah sosial ataw di organisasi.
Si bocah ngeboong neriakin "serigala" layaknya clickbait2 yang ada di inet utk menggugah emosi dan keselamatan para pendengar (audiens). Contohnya gw dulu pernah dikatain gw perlu minum produk yang diiklankan mereka kalo enggak biji gw meledak atau apalah katanya. Pada saat itu, gw bener2 khawatir, gaakan bisa gw melanjutkan hari2 di dunia sebagai akotiledon.
Jorok banget! Mereka pake emosi dan ancaman keselamatan untuk mendorong daya konsumsi gw! Ini iklan produk atau kampanye politik??? Ada hal yg namanya teori motivasi perlindungan, itu menjelaskan bagaimana seruan ketakutan dan komunikasi persuasif memengaruhi perubahan perilaku terkait kesehatan (Rogers, 1983).
Nah ininih, udah tau pake rasa takut sebagai dorongan konsumsi, melanggar etika periklanan, dan menciptakan histeria massa. Siap2 aja gw lemparin ke kandang serigala, layaknya serigala2 mengoyak bocah gembala itu.
Sumber Pustaka:
Aesop. (1999). The Boy Who Cried Wolf. Franklin, Tn: Dalmatian Press.Rogers, R. W. (1983). Protection motivation and self-efficacy: A revised theory of fear appeals and attitude change. Journal of Experimental Social Psychology, 19(5), 469–479. https:// doi.org/10.1016/0022-1031(83)90023-9
Tidak ada komentar:
Posting Komentar