1. Latar Belakang
Bagi gw, metal dan punk itu paling nomor satu karena efeknya ngasih gw intensitas, kebebasan, dan identitas yang tinggi.Tertanam sejak gw masih TK, gw dikasihin PS2 dan CD bajakan dari game2 Guitar Hero. Mulai dari mengenal band Aerosmith dan Cheap Trick, lalu dikenalkan lagi kepada Guns 'n' Roses, Lynyrd Skynyrd, Wolfmother, Black Sabbath, Iron Maiden dan Mötley Crüe. Gw tumbuh jadi bocah penyuka lagu megah-teatrikal dengan gangguan pendengaran!
Tapi, di tahun 2000an itu, ada transisi hebat dari Metal-Rock kepada Pop. Gw gangerti kenapa berubahnya drastis begini, sejak dulu gw pikir ini semacam psyop dari negara barat utk mengubah cara berpikir mayoritas, kepribadiannya, dan cara berpikir mereka. Sayangny gw belom punya bukti kuat utk ini, ntar dah.
Karenanya, gw ada hiatus di masa2 remaja. Selama gw duduk di bangku SMP, genre lagu yg didenger gw pun jadi campur2, mulai dari genre white-girl-music kyk Adele, Coldplay, hingga lagu2 Happy Hardcorenya S3RL dan Darren Styles. Jorok banget. Gw pikir ini juga ada hubungannya dengan masa2 pubertas remaja.
Lagu2 yg gw suka dari band Diamond Head: Semua di Album Lighting to the Nations (1980) ama Borrowed Time (1982). Perlu gw jelasin nih, lagu yg berjudul In The Heat Of The Night. Menceritakan penghianatan, kekuatan tekad dan cinta, serta pembalasan.
"Stripped of rank before them I'm sent,"
"Through delirium of a tortured mind,"
"Born of sorrow," dan "my cunning revives me,"
Serta "Your face gave me strength to this day."
Anjing! ini laki banget, bangsat! Diikuti dengan lantunan gitar yang misterius bikin gw geter tiap kali denger! Fantasi tiap laki2 ini. Siapa coba, yg gak mau menghidupi dunia di mana u jadi ksatria misterius yang berjuang demi cinta dan pembalasan? Seenggaknya gw. Kalo u gamau, ya rasain! Lebih banyak tempat buat gw bersuka cita.
Ada banyak band yang serupa kyk Diamond Head atau seenggaknya yg "feel"nya sama, kyk Angel Witch dan Tank. Tapi klo mau lebih laki dan lebih kasar lagi, kalian bisa cek W.A.S.P., atau kepanjangannya: We Are Sexual Perverts. awkawkakwak. Ya keliatan emg dari nama bandnya bukan main2. Gw suka ama banyak lagu2 mereka yang hedonistik nan penuh nafsu. Ada di salah satu lagu berjudul "Animal (Fuck Like a Beast)" dari band yg sama dengan liriknya, verse keduanya yang bersuara:
… I'm makin' artificial lovers for free
I start to howl, I'm in heat
I moan and growl, and the hunt drives me crazy
I fuck like a beast!
Buset cok, sampe melolong? Senikmat itukah? Itu u beneran cumbu ama manusia biasa atau sama Afrodit? Juga, Ini gw baca novel smut atau lirik lagu metal? Apalah bedanya, mnurut gw inipun keren utk orang2 kyk gw. Keren banget, gw ingin banget klo sma cewek "fuck like a beast". Berdasarkan analisis kecil2an, gw nyadar juga klo ini bukan cuma tentang bercumbu, tapi ada irisan tentang dominasi dan "main kasar" dari hubungan seksual ini. Ini klo gw naif bisa kebawa2, untungnya gw dari awal udah jorok jadinya makin jorok aja gw.
Setelahnya gw dikenalin kepada hal yang gak jauh beda dari band W.A.S.P., yaitu EP (Extended Play) berjudul Gates Ajar oleh band Sabïre yang frontmannya (Scarlett Monastyrski) bilang klo dia ini pencetus sub-genre baru, yaitu Acid Metal. Gw dikenalin band ini ama kawan baik gw, Eve (Makasih ya, Mbak).
Anjing! ini band bener2 mengubah gw jadi manusia dan cara gw melihat dunia juga, bahkan awal inspirasi gw belajar main gitar. Liriknya jorok2 juga, gw pikir ini akar masalah kenapa gw jadi orang yg kyk gini skrg. Tapi, dari sini pun gw bisa eksplorasi kenapa hal kyk gitu mengagumkan di mata gw.
Ada salah satu liriknya di lagu berjudul Black Widow:
"Keep going like that and you'll surely hit the spot, Why don't you come on here and sit down on my..."
2. Kembali nge-Metal: Diamond Head & Sabire
Setelah masa2 SMP berlalu, gw disadarkan kembali dengan puitis dan megahnya musik Metal di SMA, jaman2 karantina COVID-19, ini mungkin karena jaman puber udah selesai dan gw kembali ke mode default. Diamond Head itu menjadi band metal terfavorit hingga saat ini, kalian tau gak kalo band itu insipirasi dari awal terciptanya Band Metallica? Sayang banget itu manajernya Diamond Head bego, jadinya gak terlalu populer.Lagu2 yg gw suka dari band Diamond Head: Semua di Album Lighting to the Nations (1980) ama Borrowed Time (1982). Perlu gw jelasin nih, lagu yg berjudul In The Heat Of The Night. Menceritakan penghianatan, kekuatan tekad dan cinta, serta pembalasan.
"Stripped of rank before them I'm sent,"
"Through delirium of a tortured mind,"
"Born of sorrow," dan "my cunning revives me,"
Serta "Your face gave me strength to this day."
Anjing! ini laki banget, bangsat! Diikuti dengan lantunan gitar yang misterius bikin gw geter tiap kali denger! Fantasi tiap laki2 ini. Siapa coba, yg gak mau menghidupi dunia di mana u jadi ksatria misterius yang berjuang demi cinta dan pembalasan? Seenggaknya gw. Kalo u gamau, ya rasain! Lebih banyak tempat buat gw bersuka cita.
Ada banyak band yang serupa kyk Diamond Head atau seenggaknya yg "feel"nya sama, kyk Angel Witch dan Tank. Tapi klo mau lebih laki dan lebih kasar lagi, kalian bisa cek W.A.S.P., atau kepanjangannya: We Are Sexual Perverts. awkawkakwak. Ya keliatan emg dari nama bandnya bukan main2. Gw suka ama banyak lagu2 mereka yang hedonistik nan penuh nafsu. Ada di salah satu lagu berjudul "Animal (Fuck Like a Beast)" dari band yg sama dengan liriknya, verse keduanya yang bersuara:
… I'm makin' artificial lovers for free
I start to howl, I'm in heat
I moan and growl, and the hunt drives me crazy
I fuck like a beast!
Buset cok, sampe melolong? Senikmat itukah? Itu u beneran cumbu ama manusia biasa atau sama Afrodit? Juga, Ini gw baca novel smut atau lirik lagu metal? Apalah bedanya, mnurut gw inipun keren utk orang2 kyk gw. Keren banget, gw ingin banget klo sma cewek "fuck like a beast". Berdasarkan analisis kecil2an, gw nyadar juga klo ini bukan cuma tentang bercumbu, tapi ada irisan tentang dominasi dan "main kasar" dari hubungan seksual ini. Ini klo gw naif bisa kebawa2, untungnya gw dari awal udah jorok jadinya makin jorok aja gw.
Setelahnya gw dikenalin kepada hal yang gak jauh beda dari band W.A.S.P., yaitu EP (Extended Play) berjudul Gates Ajar oleh band Sabïre yang frontmannya (Scarlett Monastyrski) bilang klo dia ini pencetus sub-genre baru, yaitu Acid Metal. Gw dikenalin band ini ama kawan baik gw, Eve (Makasih ya, Mbak).
Anjing! ini band bener2 mengubah gw jadi manusia dan cara gw melihat dunia juga, bahkan awal inspirasi gw belajar main gitar. Liriknya jorok2 juga, gw pikir ini akar masalah kenapa gw jadi orang yg kyk gini skrg. Tapi, dari sini pun gw bisa eksplorasi kenapa hal kyk gitu mengagumkan di mata gw.
Ada salah satu liriknya di lagu berjudul Black Widow:
"Keep going like that and you'll surely hit the spot, Why don't you come on here and sit down on my..."
Penggalan kalimat yang gak dilanjutin, justru diganti ama genjrengan pinch-harmonic gitar elektrik bikin perut gw geli. Nakal banget! Gw suka! Ditambah dengan dentuman drum yang menggema dan gak pernah berakhir ini bikin sensasi kebebasan dan rasa jantan yang kuat. Gw gangerti kenapa orang milih denger Pop selow daripada lagu2 genre Metal gini. Gitar elektrik dengan pengaturan efek distorsi itu justru simbol dari keren, hidup cepat, hedonistik, dan ketidakpatuhan terhadap aturan (seenggaknya apa yg org2 bingkaikan (termasuk apa yg gw pikir jg)).
3. Munculnya Punk di hidup Gw
Untuk hidup di tanah ibu pertiwi - Indonesia. Gak bisa kita menikmati kyk negara2 lainnya kyk Swiss, Luksemburg atau Singapura - kita ini diperkosa pemerintah2 kita sendiri.Muncullah ideologi dan musik Punk sebagai mediator dan pergerakan pemikiran serta keluhan kita terhadap pemerintah ini. Gw gak ngira Indonesia bakal ngepunk di tahun 2026 ini (Shoutout kepada Sukatani). Perlahan perspektif mayoritas terhadap Punk pindah dari anak-jalanan-gak-mandi kepada orang2 pejuang rakyat dan pekerja.
Sebelum lanjut, gw perlu kasih tau dulu kalo ideologi punk itu sendiri didasari banyak oleh paham yang beragam. Klo pake tebak2an gw sendiri yang didasari pengalaman dan observasi, mereka hanya bisa lahir ketika ada ketidakadilan. Tapi, perlu diingat sekali lagi klo punk itu gaada memacu ke satu ideologi tunggal: gak semua punk itu anarkis, gak semua scene berbasis kelas pekerja, dan gak semua kegiatan punk berujung ke tindakan politik secara langsung.
Lagu2 punk yg keren tu dimulai dari dikenalkannya gw pertamakali ke band asal Skotlandia, yaitu The Exploited lewat Spotify Discovery. Setau gw, band ini sering tour ke Indonesia, utamanya Bandung sampai2 frontmannya, Wattie Buchan disebut "Si Abah" ama fans lokal di Bandung, seenggaknya dari komentar2 media sosialnya. Lagu favorit gw dari band ini ada di judul Alternative, menceritakan keengganan sang penyanyi utk hidup dalam konformasi.
Lalu ada T.S.O.L. (The Sounds of Liberty), band punk dari Amrik, tepatnya di California. Mereka mulai dari genre hardcore punk lalu perlahan2 transisi ke gothic-rock, karenanya ada unsur megahnya dalam lagu2 punk dari band ini. Lagu favorit gw dari band ini tu ada di Red Shadows, yg menggambarkan kiamat atau akhir zaman dengan gambaran langit dan bayangan berwarna merah distopian.
Setelahnya ada Smut Peddlers. Band yang banyak kontribusinya ke skate-punk dan pengisi lagu2 untuk film legendaris Jackass. Mereka juga sampe skrg masih loyal dengan trionya, yaitu John Ransom di vokal, Gish Thornton di Bass, dan Julia Smut di drum - asyik ada drummer perempuan, keren. Gw suka banget band ini karena gaya mereka yg hobi maki2, mau itu maki2 pemerintah, aturan, kelompok, bahkan kekasihnya sendiri sekalipun.
Ada lagunya yang berjudul Ajax yg maki2 w tebak nyeritain tentang mantan pacarnya sang frontman, (atw mungkin sebatas sarkas doank) keliatan dari liriknya yang kasar vulgar menghina total:
"No one gives a fuck if you live or die. I hope you get raped by 43 guys. If I was you I'd kill myself. You're a no good big fat whore!"
Buset, kalem bang Ransom, aawkawkawkwk. Untuk bilang "klo gw jadi u, gw baiknya bundir aja" itu sadis banget, pertama kali gw denger kata2 semenyakitkan itu tanpa menggunakan kata kasar kyk "anjing" atau "goblok" dan semacamnya - tajem bener, mantap.
Terakhir dan yg gw cintai saat ini, Zero Boys. Bermain di genre hardcore punk, melodic hardcore, dan skate punk, kerasa esensi2 yang serupa dari Smut Peddlers, bedanya yg gw rasain adalah Zero Boys ini temponya lebih cepet karena adanya genre hardcore punk di sana, diikuti dengan melodinya di hampir tiap lagu2nya, mereka biasa melantunkan solo gitar pendek tapi memorable yg indah, ada kyk semacam aura2 putus asa yg juga penuh tekad utk bertarung hingga akhir.
Meskipun liriknya kebanyakan tentang sehari2 atau biasa kyk di lagu New Generation di mana si penyanyi bilang klo dia gamau konformasi ama masyarakat dan tren, gitar elektriknya banyak ngegendong tinggi2 dengan solo yg terdengar megah memberikan efek romantisasi yg dramatis. Sama skali gak perlu sulit2 nyanyiin ttg konformasi sosial dgn lantunan gitar yg udah hebat gitu. Tapi, enak banget rasanya utk muter2 bikin moshpit saat bandnya manggung atau dengerinnya secara umum. Bener2 selera "kampung halaman" yang diromantisasi. Percaya atw enggak, gw ini orangnya penuh cinta dan romantis layaknya Zero Boys - nangis gw tiap kali denger album mereka, New Generation.
Metal dan Punk memang punya banyak lirik, kata2, dan pengaruh yg kasar, mau itu sekadar penghinaan, misogini, vulgar, dominasi/submisi, bahkan kejahatan brutal. Tapi, perlu diingat lg klo lagu2 ini adalah bagian dari seni yang harus dikonsumsi dengan pandangan reflektif - bukan literal. Riset2 yg ngomongin metal pun justru biasa ngomongin tentang manfaatnya dalam emosi, rasa memiliki, dan pembentukan diri, bukan untuk membenarkan kebrutalan lirik. Makasih y, Olsen, Terry, dan Thompson (2022). Karenanya, musik2 ini bener2 ngebantu gw ngolah emosi.
Juga, utk gw yang terlahir sebagai orang yg kompetitif, ambisius, iri, dengki, dan selalu mimpi jadi War Boys yg mania 24/7 kyk di film Mad Max, gw perlu bensin yang sesuai dan mencukupi api yang membara dalam jiwa gw - Metal & Punk.
Gw percaya, dengan kesadaran penuh 100% Metal dan Punk menempatkan posisi #1 baik di hati, maupun di dunia nyata sebagai landasan penilaian orang keren (kyk gw).
Buset, kalem bang Ransom, aawkawkawkwk. Untuk bilang "klo gw jadi u, gw baiknya bundir aja" itu sadis banget, pertama kali gw denger kata2 semenyakitkan itu tanpa menggunakan kata kasar kyk "anjing" atau "goblok" dan semacamnya - tajem bener, mantap.
Terakhir dan yg gw cintai saat ini, Zero Boys. Bermain di genre hardcore punk, melodic hardcore, dan skate punk, kerasa esensi2 yang serupa dari Smut Peddlers, bedanya yg gw rasain adalah Zero Boys ini temponya lebih cepet karena adanya genre hardcore punk di sana, diikuti dengan melodinya di hampir tiap lagu2nya, mereka biasa melantunkan solo gitar pendek tapi memorable yg indah, ada kyk semacam aura2 putus asa yg juga penuh tekad utk bertarung hingga akhir.
Meskipun liriknya kebanyakan tentang sehari2 atau biasa kyk di lagu New Generation di mana si penyanyi bilang klo dia gamau konformasi ama masyarakat dan tren, gitar elektriknya banyak ngegendong tinggi2 dengan solo yg terdengar megah memberikan efek romantisasi yg dramatis. Sama skali gak perlu sulit2 nyanyiin ttg konformasi sosial dgn lantunan gitar yg udah hebat gitu. Tapi, enak banget rasanya utk muter2 bikin moshpit saat bandnya manggung atau dengerinnya secara umum. Bener2 selera "kampung halaman" yang diromantisasi. Percaya atw enggak, gw ini orangnya penuh cinta dan romantis layaknya Zero Boys - nangis gw tiap kali denger album mereka, New Generation.
5. Simpulan
Gw gabisa ngaca tanpa liat Metal dan Punk dalam diri gw, pada akhirnya sejak dulu gw udah demen. Mungkin ini juga genetik, mengetahui bapak gw, kakek gw, buyut gw, semuanya penganut musik2 barat dan semuanya punya speaker yg selalu aktif hampir 24/7 utk mancarin lagu2nya Alice Cooper dan Scorpions yang bikin komplikasi telinga2 tetangga.Metal dan Punk memang punya banyak lirik, kata2, dan pengaruh yg kasar, mau itu sekadar penghinaan, misogini, vulgar, dominasi/submisi, bahkan kejahatan brutal. Tapi, perlu diingat lg klo lagu2 ini adalah bagian dari seni yang harus dikonsumsi dengan pandangan reflektif - bukan literal. Riset2 yg ngomongin metal pun justru biasa ngomongin tentang manfaatnya dalam emosi, rasa memiliki, dan pembentukan diri, bukan untuk membenarkan kebrutalan lirik. Makasih y, Olsen, Terry, dan Thompson (2022). Karenanya, musik2 ini bener2 ngebantu gw ngolah emosi.
Juga, utk gw yang terlahir sebagai orang yg kompetitif, ambisius, iri, dengki, dan selalu mimpi jadi War Boys yg mania 24/7 kyk di film Mad Max, gw perlu bensin yang sesuai dan mencukupi api yang membara dalam jiwa gw - Metal & Punk.
Gw percaya, dengan kesadaran penuh 100% Metal dan Punk menempatkan posisi #1 baik di hati, maupun di dunia nyata sebagai landasan penilaian orang keren (kyk gw).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar