Sabtu, 28 Maret 2026

Desepsi

    Hidup berjalan di seutas tali yg pas2an utk membawa diri melewati jembatan abu2 antara baik dan buruk dalam bidang perkencanan ini bikin gw sulit percaya orang, contohnya kyk wajah yang gak serupa ama foto profil. Hidup ini layaknya telenovela aja.


    Yah sudah seharusnya pasang mata jeli mengetahui klo skrg ada AI setelah filter snapchat bikin orang2 bingung mana nyata mana boongan.


    Lebih dari itu, penggunaannya untuk fitnah dan pesan palsu untuk kepentingan pribadi bahkan merugikan korbannya tanpa ampun.

    Beda klo make-up, itu bisa gw hargai karena itu perlu waktu dan keahlian si cewek untuk tampil secara nyata di hadapan kita. Sedangkan utk para laki2, kita bisa latihan ngobrol yg karismatik dan penuh humor juga rawat diri biar bisa dibedain orang mana manusia dan mana hewan.



    Kembali ke topik, kalo nipu senggaknya untuk kebaikan lah, kyk bilang ke cewekmu kalo u suka makanan buatannya padahal gaada bedanya ama debu bawah karpet.

    Kalau bener2 mau nipu orang atau pasangan, seenggaknya berlapis dan ada niatnya, lah, untuk jangka panjang kyk penyamaran loyalitas di tangga korporat atau pencucian citra sosial, dan lainnya yg bisa menguntungkan diri dan orang lain. Kalo dari awal u cuma rekayasa tampang sendiri doang, u gabakal hidup lama, dan selama ini cewekmu jatuh cinta ama orang lain yg u buat di AI Image Creator, bukan dirimu, pinter.

    Pernah denger kutipan yg berbunyi "Jadilah dirimu sendiri." gitu? Itu pegangan hidup gw selama ini, seenggaknya setelah denger nasihat sepuh di suatu organisasi sekolah. Asal masuk akal aja dan gak bikin orang gedeg, seharusnya aman2 aja.

    Kalo dari awal u udah boongin orang2 bahkan pasanganmu sendiri tentang dirimu, tampangmu terutama. Di akhir, u gaakan dipercaya orang2 - hancur reputasimu. Pernah denger fabel Aesop tentang bocah yg teriak serigala? Itu nasib u kurang lebih klo u gak mau berhenti boongin orang.

    Hidup itu layaknya panggung sandiwara, ada saatnya u bisa berlaku bebas (depan panggung), dan ada saatnya ketika u kudu balik ke dunia nyata (balik panggung). Atas panggung dan dibaliknya itu dua sisi dunia yang beda. Yang perlu diperhatiin itu adalah "ngaca" dan sadar diri ttg di mana u berdiri. Orang2 layaknya juri untuk nilai reputasimu di tangga sosial (Goffman, 1959).

    Lengkapnya, dalam buku Frame Analysis buatan Goffman, dia bilang kalo yang terpenting itu adalah kesan yang aktor (seseorang) berikan kepada audiens (orang lain) melalui interaksinya dengan mereka, mengenai seperti apa dirinya di balik peran yang ia mainkan (Goffman, 1974).

    Beda lagi klo u mau smurfing di bidang perkencanan ini, ya. Antara itu bakal berjalan memuaskan menembus ekspektasi, atau kencannya jadi canggung karena si cewek mengharapkan pengecut yg bisa dia kontrol (terlalu jauh lah, ya? wkawkakw).

    Pada akhirnya, dunia ini nggak peduli seberapa bagus topeng yang u palsuin, baik itu pake AI, filter, atau bahkan wajah kawanmu sendiri. Para juri akan selalu nagih "bukti" di panggung belakang. Kalau u pilih buat smurfing, u lagi ngelakuin audit karakter yang paling jujur: siapa yang mau duduk di meja bareng "pecundang" sebelum mereka tahu u itu pemain utamanya? Karena di akhir drama, kemenangan paling mutlak bukan yang dapet banyak match di Tinder, tapi dapetin seseorang (atau lebih) yang nggak bakal lari saat pas liat wajah aslimu.

Sumber Pustaka:

Goffman, E. (1959). The Presentation of Self in Everyday Life. New York: Anchor Books.
Goffman, E. (1974). Frame Analysis: an Essay on the Organization of Experience. Boston Northeastern University Press.


Kamis, 26 Maret 2026

Analisis Singkat Filsuf Immanuel Kant

Prakata 

    Perlu gw kasih tau dulu sebelumnya, kalo initu salah satu kerjaan gw ngejokiin tugas maba di fakultas filsafat. Mayan gw dapet no pek ceng gini doang.

    Anak2 sekarang bener2 ingin jalan mudah daripada berusaha sendiri, ya? Serah ah, seenggaknya gw udah kasih peringatan ttg ini. Selebihnya ditanggung sendiri.

    Silakan menikmati tulisan akademik gw.

 

 Analisis Singkat Filsuf Immanuel Kant

1. Definisi Filsafat 

    Filsafat adalah pengetahuan yang mencoba untuk mencapai pengetahuan tentang kebenaran yang asli. (Plato, 428-348 SM).

    Filsafat adalah suatu usaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terakhir secara kritis, setelah menyelidiki segala sesuatu yang membuat pertanyaan-pertanyaan itu menjadi kabur. (Russel, 1945).

    Terakhir, oleh Immanuel Kant, filsafat adalah ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup empat persoalan utama: apa yang dapat kita ketahui (metafisika), apa yang seharusnya kita lakukan (etika), sampai di mana harapan kita (agama), dan apa itu manusia (antropologi).

    Pendekatan filsafat menurut Kant fokus kepada metafisika, apa yang bisa saya tahu? Etika, apa yang seharusnya saya lakukan? Agama, Apa yang bisa saya harapkan? Dan antropologi, ap aitu manusia?

    Pendekatan Kant bersifat kritis dalam konteks kritisisme. Filsafat bukan hanya mengumpulkan fakta, tapi menyelidiki batas-batas kemampuan akal budi manusia.

 

2. Biografi Immanuel Kant

    Kant lahir di Königsberg, Prussia Timur, pada 22 April 1724. Kaum Pietis adalah sekte Protestan serupa dengan Quaker dan Metodis awal. Kant memiliki banyak pengaruh dalam filsafatnya karena orientasi etis Pietismenya yang kuat dan kurangnya penekanan pada dogma teologis. Movement Pietism adalah sebuah gerakan yang menekankan keyakinan individu, kesalehan dalam kehidupan sehari-hari, sikap yang baik, dan moralitas yang keras. 

    Kant mengajar di almamaternya setelah lulus dari Universitas Konigsberg dan menjadi tutor di beberapa keluarga aristokrat. Selama lima belas tahun, dia menjadi guru dan menulis tentang logika, metafisika, etika, dan ilmu pengetahuan. Meskipun tidak banyak diketahui tentangnya, ia memberikan kontribusi besar kepada sains, terutama dalam bidang fisika, astronomi, geologi, dan meteorologi.

 

3. Kritisisme Kant 

Rasionalisme
    Filsafat kritisisme menjembatani rasionalisme dan empirisme, berpendapat bahwa pengetahuan berasal dari sintesis pengalaman inderawi (empirisme) dan struktur bawaan akal budi (rasionalisme); akal budi membentuk pengetahuan dari data pengalaman inderawi dengan menggunakan konsep ruang, waktu, dan kategori. 

Masalah Empirisme
    Empirisme memiliki arti bahwa itu menyangkal keberadaan realitas objektif dan mengabaikan hubungan dialektis antara isi pengetahuan subjektif dan objektif, empirisme tidak dapat memberi kita keyakinan yang benar tentang pengetahuan ilmiah. Bila kita hanya mengandalkan indra (empirisme), kita tidak akan pernah sampai pada "kebenaran ilmiah" yang sejati. 

Solusi Kant
    
Kant memadukan kedua pendekatan - kebenaran empiris harus rasional, sebagaimana kebenaran rasional harus empiris. Dengan demikian terbentuklah paradigma baru yang disebut Kritisisme.


4. Tiga Tingkatan Pengetahuan

Menurut Kant, pengetahuan memiliki tiga tingkatan, yaitu:

Tingkatan Pertama: Tingkat Pencerapan Indrawi (Sinneswahrnehmung), yaitu unsur apriori membuat benda-benda objek pencerapan menjadi “meruang” dan “mewaktu”.

Tingkatan Kedua: Tingkat Akal Budi (Verstand), artinya bekerja secara spontan menyusun dan menghubungkan data-data indrawi, menghasilkan putusan-putusan melalui kategori.

Tingkatan Ketiga: Tingkat Intelek/Rasio (Versnunft), adalah menarik kesimpulan dari pernyataan-pernyataan pada tingkat di bawahnya (akal budi dan pencerapan indrawi).
Mereka yang memiliki konsep argumentatif tidak fenomenal, tetapi noumenal.

 

5. Tiga Macam Putusan Kant

Pertama: Putusan Analitis Apriori, Predikat tidak menambah sesuatu yang baru pada subjek (contoh: setiap benda menempati ruang).

Kedua: Putusan Sintesis Aposteriori, "Meja itu bagus" - predikat dihubungkan dengan subjek berdasarkan pengalaman indrawi.

Ketiga: Putusan Sintesis Apriori, Sumber pengetahuan yang kendati bersifat sintetis, namun bersifat apriori juga (contoh: "segala kejadian mempunyai sebabnya")

6. Rasio Praktis Moral dan Etika

    Rasio praktis, atau rasionalitas praktis, adalah kemampuan akal budi manusia untuk membuat keputusan moral tentang bagaimana seseorang harus bertindak. Rasio Praktis menjawab pertanyaan, "Apa yang harus saya lakukan?", sedangkan Rasio Teoritis menjawab, "Apa yang bisa saya ketahui?"

        Menurut Kant, manusia itu sangat bebas (otonom), hanya ketika kita bertindak berdasarkan prinsip yang diberikan oleh akal kita sendiri, bukan karena keadaan atau perasaan yang mendorong kita untuk bertindak.

    Sedangkan moralitas adalah tentang niat dan kewajiban daripada hasil akhir atau kebahagiaan (seperti dalam utilitarianisme). Kehendak baik adalah satu-satunya hal yang baik tanpa syarat. Jika seseorang melakukan tugasnya hanya karena kewajiban, bukan karena pamrih, itu dianggap bermoral.


7. Tiga Postulat

    Immanuel Kant berpendapat bahwa tiga postulat rasio praktis adalah tiga hal yang tidak dapat dibuktikan oleh akal teoretis (sains), tetapi yang harus ada untuk membuat moralitas manusia masuk akal dan memiliki tujuan.

 

8. Konsep Finalitas

    Konsep tentang "tujuan akhir" atau "sasaran", juga dikenal sebagai "telos," didefinisikan dalam filsafat sebagai akhir. Segala sesuatu yang ada atau dilakukan dianggap memiliki alasan untuk ada. 

    Kant menegaskan bahwa manusia harus dipandang bukan hanya sebagai "alat" untuk mencapai tujuan lain. Manusia harus dipandang sebagai tujuan akhir.

    Kant mengungkapkan dalam Critique of Judgment bahwa kita sering berpikir bahwa alam diciptakan dengan tujuan tertentu (finalitas subjektif), meskipun kita tidak bisa membuktikan hal ini secara ilmiah.


9. Epistimologi Kritis

    Cabang filsafat pengetahuan yang dikenal sebagai epistemologi kritis mengkaji sumber, batasan, dan validitas pengetahuan manusia. Ini terutama terlihat dalam pendekatan Kritisisme Immanuel Kant, yang memadukan rasionalisme (akal) dan empirisme (pengalaman) untuk memahami bagaimana pemahaman kita dibentuk oleh kombinasi keduanya dalam kerangka pikiran manusia.

Kesimpulan

    Immanuel Kant adalah seorang filsuf Jerman. Lahir di Königsberg, Kerajaan Prusia, ia dianggap sebagai salah satu pemikir utama Zaman Pencerahan. Karya-karyanya yang komprehensif dan sistematis dalam epistemologi, metafisika, etika, dan estetika telah menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh dan sering dibahas dalam filsafat Barat modern.

    Pola pikir Kant adalah perpaduan antara ketegasan moral (tanggung jawab mutlak atas tindakan) dan kerendahan hati intelektual (sadar akan batas akal). Menurut Kant, manusia yang sejati adalah mereka yang berani berpikir sendiri (Sapere Aude) dan memperlakukan orang lain sebagai tujuan daripada alat.

 

Daftar Pustaka

Anam, A. (2022). Pengantar Filsafat: Cara Cepat Berpikir Filosofis. Academia Publication.

Boltwood, R. M. (1961). Please Be Brutual in Your Critism. College English, 22(8), 580. https://doi.org/10.2307/373503

Graham, J. (1991). Fordism/Post-Fordism, Marxism/Post-Marxism: The Second Cultural Divide? Rethinking Marxism, 4(1), 39–58. https://doi.org/10.1080/08935699108657952

Kant, I. (1976). Critique of practical reason, and other writings in moral philosophy. New York: Garland Pub.

Kant, I. (2018). Critique Of Judgement. S.L.: A & D Publishing. (Original work published 1790)

Kartawinata, A. (2016). Konsep Metafisika Muhammad Iqbal. Al-A’raf : Jurnal Pemikiran Islam Dan Filsafat, 13(1), 47. https://doi.org/10.22515/ajpif.v13i1.37

Mill, J. S. (1863). Utilitarianism. London: Parker, Son and Bourn.

Russell, B. (2008). History of Western Philosophy. Touchstone. (Original work published 1945)


Selasa, 24 Maret 2026

The Boy Who Cried Wolf

    Kalian tau judul itu? Itutu fabel Aesop tentang seorang pengembala muda yang bego dan berulang2 teriak ada serigala boongin penduduk untuk cari sensasi. Mungkin kalian udah tau dari salah satu episod serial Upin & Ipin. Betul, komik strip di bawah ini ngambil insipirasi dari fabel itu.
 
"Izin Sakit" 28 Januari 2026

    Kalo dilucuti lagi secara akademis, ni fabel ada hubungannya ama manajemen reputasi dan pengunaan hoaks sebagai umpan sementara. Kebanyakan orang cuma liat moralnya adalah "jangan boong, ntar dimakan srigala" tapi ada loo hubungannya ama kepercayaan dan reputasi mau itu di ranah sosial ataw di organisasi.

    Si bocah ngeboong neriakin "serigala" layaknya clickbait2 yang ada di inet utk menggugah emosi dan keselamatan para pendengar (audiens). Contohnya gw dulu pernah dikatain gw perlu minum produk yang diiklankan mereka kalo enggak biji gw meledak atau apalah katanya. Pada saat itu, gw bener2 khawatir, gaakan bisa gw melanjutkan hari2 di dunia sebagai akotiledon.

    Jorok banget! Mereka pake emosi dan ancaman keselamatan untuk mendorong daya konsumsi gw! Ini iklan produk atau kampanye politik??? Ada hal yg namanya teori motivasi perlindungan, itu menjelaskan bagaimana seruan ketakutan dan komunikasi persuasif memengaruhi perubahan perilaku terkait kesehatan (Rogers, 1983).

    Nah ininih, udah tau pake rasa takut sebagai dorongan konsumsi, melanggar etika periklanan, dan menciptakan histeria massa. Siap2 aja gw lemparin ke kandang serigala, layaknya serigala2 mengoyak bocah gembala itu.

Sumber Pustaka:

Aesop. (1999). The Boy Who Cried Wolf. Franklin, Tn: Dalmatian Press.

Rogers, R. W. (1983). Protection motivation and self-efficacy: A revised theory of fear appeals         and attitude change. Journal of Experimental Social Psychology, 19(5), 469–479. https://            doi.org/10.1016/0022-1031(83)90023-9


Minggu, 22 Maret 2026

Duit! Duit! Duit!

    Kata2 pun gaakan cukup untuk mengucapkan dengan penuh emosi betapa cintanya gw ama duit. Di pandangan gw kekayaan adalah sumber kebahagiaan.

    Apalagi hal yang lebih baik ketika orang lain berbagi sebagian dari kebahagiaannya kepada kita tanpa ekspektasi imbalan balik? Nihil!

    Terimakasih, kawan2 dan sodara2 yg dermawan. Semoga tahun depan bisa ngasih gw lebih banyak.

"THR" 22 Maret 2026


    Selama bulan ramadhan tahun 2026 ini, gw ngabisin waktu kerja dan lembur tiap hari. Kalo u punya mata jeli, u bisa nebak toko mana yang mau bayar lebih di bulan tahan nafsu ini. Selagi untuk masalah mokel dan kejujuran itu gak relevan.

    Duit berhamburan di depanku, bang. Dompetku tebal dengan campuran uang kerja keras, ringan, cerdas, bodoh, apalah itu - intinya nikmat! Sampai2 gw bingung ini baiknya dipake utk apaan mengetahui keperluan gw udah tercukupi dan gw gak punya siapapun utk berbagi - emang dari awal gw gak niat bagiin, sih, seenggaknya kalo gaada imbalan balik. Jadi gak jadi masalah.

    Ada pikiran untuk nabung, tapi apa iya gw bakal hidup selama itu, mengetahui pilihan dan gaya hidup gw yang liar? Gaada salahnya. Tapi, mengetahui nilai rupiah makin hari makin parah dan kecurigaan gw terhadap sektor keuangan negara ini sejak 1998 yg korup. Gw ada jalan alternatifnya:

  1. Ada rencana utk tuker semua tabungan Rupiah gw ke mata uang Swiss, yaitu Franc Swiss (CHF) dan nabung di bank mereka. Ini karena Swiss punya stabilitas politik yang tinggi, tingkat inflasi minim, utang negara yang rendah, juga ekonomi yang kokoh. Bahkan jadi tempat berlindung investor yang aman. Mata uang ini juga berfungsi utk nyimpen nilai yang stabil, dibantu ama disiplin fiskal dan lembaga keuangan yang terpercaya. Gw pikir ini pilihan yang cukup bijak.

  2. Pilihan lain tu ada niat investasi komoditas intangibel. Barang mentah gak berwujud karena gw gapunya tempat untuk nimbun apa2. Kemungkinan besar minyak mentah mengetahui itu sejak dulu yang ditarget ama Amerika dan konflik di Timur-Tengah makin panas aja tentang ini yang memungkinkan peluang kelangkaan terhadap minyak mentah makin tinggi semakin waktu berjalan. Meskipun begitu, emas selalu ada di hati <3.

  3. Terakhir ada komponen komputer digunakan di sektor AI dan pemrosesan komputer secara umum - RAM. AI ini makin hari makin canggih, kalo ngeliat perkembangannya sejak Maret 2023 yang cuma bisa bikin Will Smith makan spaghetti belepotan, sekarang AI bahkan bisa buatin u rekaman palsu untuk keperluan fitnah, porno seks, dan kejahatan lainnya yang gabisa gw sebutin tanpa dicap sebagai kompromat atau bahkan konspirasi klo gw kedorong nafsu.


    Dunia ini penuh pilihan dan kesempatan. Semua punya konsekuensinya masing2. Tapi, yang perlu diingat itu.. Apa u siap bayar harganya?

Kamis, 19 Maret 2026

Shock Therapy

    Kalian tau istilah shock therapy? Pertama gw denger tu gw kira artinya kita digauli secara asusila ama sang therapist atau dalam pandangan gw saat itu "the rapist", sampai kita shock berat dalam mengupayakan kesehatan. Salah satu gambaran gw ttg pelaksanaan terapinya terdapat seperti pada komik strip ini - alasan gw bikin strip ini dari awal.

"Seni" 1 Februari 2026

    Setelah gw cek2 di inet, perpus, celana dalam saya, dan lainnya, ternyata shock therapy ada artinya masing2 dari tiga bidang berbeda yg gw temui:

1. Electroconvulsive Therapy (ECT)

    Ada yang namanya Electroconvulsive Therapy (ECT) dari medis-psikologi, yaitu setrum pasien dalam pengaruh bius utk ngobatin penyakit mental kyk depresi (nyetrum orang, asik nih)

2. The Big Bang 

    Lalu ada pendekatan The Big Bang dari sisi ekonomi, adalah pengubahan sistem ekonomi radikal kenegaraan kyk perubahan dari komunis ke kapitalis secara instan untuk adaptasi krisis kenegaraan umum atau pengontrolan massa (ni gak jauh dari tempat kita tinggal yh)

3. Pattern Interrupt 

    Terakhir dari sisi ilmu komunikasi serta psikologi yaitu Pattern Interrupt yang merupakan teknik berbicara untuk membuka pikiran pasien/pendengar dalam tujuan menyisipkan pesan supaya mudah diterima.


    Tapi, daripada gw nyetrum pasien, ancurin ekonomi negara, atau manipulasi orang untuk keperluan pribadi gw, rasanya gak sebanding dengan ngencingin wajah mereka langsung dari sumbernya dalam tujuan kesenian. Rasakan kemurniannya - ini baru seni.

 

Sumber Pustaka:

Sadock, B. J., Sadock, V. A., & Ruiz, P. (2022). Kaplan & Sadock’s synopsis of psychiatry: Behavioral sciences/clinical psychiatry (12th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer.

Weakland, J. H. (1976). Bandler, Richard & Grinder, John.Patterns of the Hypnotic Techniques of Milton H. Erickson, M.D.Volume I. Cupertino, Ca.: Meta Publications, 1975. American Journal of Clinical Hypnosis, 19(2), 129–130. https://doi.org/10.1080/00029157.1976.10403856

Xie, Y., & Xie, Y. (2017). Machiavellian experimentation. Journal of Comparative Economics, 45(4), 685–711. https://doi.org/10.1016/j.jce.2017.02.001

Peretasan Kognitif Menggunakan Literasi Dewasa

    Setelah bego2an pingin tau darimana kebanyakan kawan2 perempuan bisa bahasa Inggris. Gw bukannya terpukau malah terkapar setelah tau kalau mereka jago bahasa inggris karena rutin baca novel erotika dan konten ASMR jorok di yutub, bukan kyk gw yang murni belajar Inggris dari posisi korban dan pelaku ucap kata2 kasar dan kotor di COD MW2 tahun 2009.

"Belajar Inggris" 25 Januari 2026
    Fenomena ini ternyata nyata banget dalam bidang linguistik. Fortune dalam tesisnya bilang juga kalau initu ada hubungannya pada kekayaan kosakata berbahasa. Proses jago bahasa Inggris lewat jalur erotica itu ternyata efektif karena pembaca dapet motivasi kuat dari asupan dopamin sampe oksitosin yang bikin mulut mendesah bilang "ahhh~ ahhh~~~ AHHH!!!!".

    Lewat Sexual Script Theory yang sejalan sama teori belajar sosial Albert Bandura, pembaca bukan cuma dapet gairah tapi juga "penaskahan linguistik" yang ekspresif dan puitis utk nantinya diterapin pas lagi cumbu ama kekasih. Apalagi ada pembelajaran kontekstual (bukan kontol seks kentut dan anal) yaitu penggunaan kosakata "berat" dan majas repetitif yang imajinatif sampe bikin pinggul gw getar2.

    Ini membuat pembaca mudah mengingat dan cepet paham grammar dan tai2 lainnya secara organik, fungsional, dan jauh lebih nempel di otak dibanding buku akademik yang gaada desah2ny.

     Parah banget, itu kawan2 gw yang cewek ngomong Inggris udah kyk Shakespear aja selagi gw Shakeass doang dibanding mereka. Apa gw juga perlu konsumsi konten begituan untuk mempertajam keahlian ngobrol Inggris gw?

    Tapi, pada akhirnya, sudut pandang moral gw berkata ini gak masalah, gw lebih menghargai hasil. Entah lu mau jilat lantai wc umum, urut tukang pijat plus2, atau baca porno di depan kantor polisi, apapun itu prosesnya, kalau pada akhirnya lu ngerasa untung, ya itulah hasil baiknya, dalam konteks ini, berbahasa yang baik. (bahasa gw udah baik belum ya??)

Sumber-sumber:

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Englewood Cliffs, N.J. Prentice-Hall.

Dewitte, M. (2015). Gender Differences in Implicit Processing of Sexual Stimuli. European Journal of Personality, 30(2), 107–124. https://doi.org/10.1002/per.2031

Fortune, T. B. (2024). Rape Beyond Fantasy: Exploring the Influence of BookTok’s Erotica and Dark Romance Literature on Young Adult Perceptions of Consent and Boundaries. Retrieved January 26, 2026, from UNCOpen website: https://digscholarship.unco.edu/theses/336/

Zen Dariva, J. (2021). Second language vocabulary acquisition through fan fiction on the Archive of Our Own. Transformative Works and Cultures, 35. https://doi.org/10.3983/twc.2021.1915 



April Mop!!!

     Tau gak? Rasanya kegiatan tahunan ini lama2 jadi basi, menyadari klo kita udah jadi target rutin pendustaan ama tikus2 berdasi yg dud...